Grade 1 Lesson 5 – In The Next Life

Posted on Updated on

Author             :           Benedikta Sekar Arum Setyorini (DictaVIP)

Cast (s)           :

–       Lee Seung Ri a.k.a Victory/Victor (Big Bang/YG Entertainment)

–       Kang Daesung (Big Bang/YG Entertainment)

–       Lee Seung Young (OC)

Length             :           Drabble – 486 kata

Genre              :           Romance, Angst, Pluff

Rating              :           G

Disclamer        :           Saya tidak mengambil keuntungan apa pun dalam pembuatan fanfiksi ini; dalam bentuk uang atau pun honor materi. Semua cast yang bukan OC bukanlah milik saya, melainkan dirinya sendiri, menejer dan agensi yang mendebutkan mereka. Sedangkan plot dan latar cerita ini adalah murni milik saya.

 

Hal pertama yang aku temukan saat tirai jendela kamarku tersingkap adalah langit yang membisikkan kemuramannya. Hujan membayang; sementara gerimis sudah turun sejak subuh. Kutempelkan kesepuluh jariku pada kosen jendela dan mendapati udara dingin di luar sana menembus pori-pori kulitku.

“Kumohon, jangan hujan…” bisikku pada udara, membentuk sepotong embun di kaca jendela.

Honey! Are you ready now?

Yeah, wait a minute!” seruku, menyahut suara bariton pria yang tengah menungguku di lantai dasar.

Setelah menyambar sebuket bunga anyelir di atas ranjang, aku pun buru-buru ke luar kamar dan menghampiri pria yang sudah siap dengan kemeja hitam dan celana panjang katunnya. Saat melihatku, pria itu tersenyum lebar dan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu yang bisa kutebak apa itu…

Yes, I look beautiful. Thank you, Victor.

Semburat wajah tampan itu mendadak muram; tak suka kalau aku melakukan hal itu.

“Oh, Come on, nanti keburu hujan,” kataku buru-buru sembari menggenggam tangan pria berkantung mata gelap itu erat dan mengiringya menuju Porsche 997 yang sudah terparkir di depan rumah.

 

Sepanjang perjalanan aku dan Victor tak bicara, keheningan yang merengkuh kata entah mengapa membuat perasaanku tenang; membawaku mengarungi kenangan yang  tersimpan rapi di hatiku.

 

“Jiwa kita memang akan terpisah, Seung Young… tapi kau harus ingat, setiap jengkal langkah yang kau ambil untuk berbahagia tanpaku adalah kebahagiaan untukku juga.”

“Mungkin di kehidupan yang sekarang aku tak bisa membahagiakanmu, tapi aku yakin, yang berikutnya tak akan seperti ini.”

 

Aku tersenyum getir, sembari menggenggam buket anyelir di pangkuanku semakin erat; mengingat kalimat-kalimat yang diutarakan seorang pria sekarat untuk menghibur kekasihnya yang bersedih.

 

“Kita sudah sampai.”

Mesin mobil telah mati, aku pun keluar dari mobil saat Victor membuka pintu untukku. Aku dan pria itu melangkah beriringan di kompleks pemakaman tua yang terlihat terawat ini, hingga kami pun tiba di depan sebuah pusara dengan patung malaikat di kedua sisinya.

 

Beristirahat dalam damai

Kang Daesung

1989 – 20XX

 

Kupandang nanar tulisan yang terukir indah di tengah-tengah pusara itu; getaran itu masih saja terasa hangat tiap kali aku menyebut namanya. Entah melisankannya secara verbal atau pun hanya di dalam hati. Perlahan-lahan aku meletakkan buket anyelir di dalam pelukanku ke depan pusara itu lantas berlutut dan membuat tanda salib; mendoakan jiwa yang telah terpisah denganku itu setulus hati.

 

“Kau sudah selesai berdoa, Seung Young?”

Baru saja aku membuat tanda salib untuk menutup doa, suara Victor langsung menyeruak masuk ke rongga pendengaranku; aku mulai tidak suka dengan tingkahnya yang mengisyaratkan kecemburuan seperti itu.

“Berhentilah cemburu pada orang yang sudah meninggal, Victor,” sahutku lalu berdiri bersisian dengan pria itu.

“Aku tidak cemburu,” elak Victor, lantas melirikku sekilas sebelum kembali menatap pusara Daesung lekat-lekat, “Aku hanya ingin mengingatkan kalau aku tak akan menyerahkanmu pada siapa pun meski di kehidupan yang akan datang, bahkan kepada cinta pertamamu ini;  hanya aku yang dapat membahagiakanmu.”

Mendengar apa yang Victor katakan aku pun tergelak, menatap geli ke arahnya sembari menautkan jari manis kami yang disemati cincin platina; benda yang menjadi saksi bisu ketika Tuhan menyatukan tubuh kami menjadi satu.

2 thoughts on “Grade 1 Lesson 5 – In The Next Life

    (Drabble) In The Next Life « Kata-Kata Dicta said:
    July 16, 2012 at 5:16 PM

    […] Already been published in : The Heroine […]

    (Drabble) In The Next Life « Zantz Zenith said:
    July 24, 2012 at 11:27 AM

    […] been published in : The Heroine and Kata-Kata […]

Please leave your bow, Heroine.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s