Sunflower (Songfiction)

Posted on Updated on


Author : Buttercup
Genre : Romantic
Rate : General
Length : Ficlet
Pairing: Kim Ryeowook/ OC
Disclaimer: I don’t own the cast, Kim Ryeowook belongs to God, himself and SME Agency. The story and original character are belongs to me. I’m not in anyway to claim Super Junior as mine, as hard as I try.
A/N: Another suggest from me, please read this while listening to Super Junior’s Sunflower on their 5jib

Use your head- take it slow, make it simple and neat
Put on moisturizing lotion on my two cheeks
Have a good sense of fashion- just like a magazine model
Before I go to the street across where she lives

Pagi sekali, laki-laki ini sudah berpakaian rapi. Ia mengancingkan bagian atas kemeja putih polos yang menutup jenjang lehernya, lalu menyimpulkan dasi kupu-kupu hitam dan diatas vest hitam warna senada. Soal fashion jangan diragukan lagi, ia memang punya selera yang tinggi. Berbekal pengalaman di dunia perfilman, ia jadi pandai memadupadankan pakaian agar terlihat bagus pada tubuhnya yang hanya 173 cm itu. Sentuhan terakhir, tak lupa membubuhkan blemish balm cream di wajah yang sepertinya Tuhan pahat dengan sempurna. Sekarang ia siap untuk pergi menemui seseorang yang mendiami sisi hatinya 6 bulan belakangan.

Hyeong, kau mau kemana, pagi-pagi begini?”

Laki-laki ini menoleh, melihat siapa yang datang dari arah dapur. Ternyata si evil maknae. Ia memang tinggal di dorm bersama beberapa teman artis seprofesi, karena agensinya pikir akan lebih mudah menghubungi mereka jika tinggal seatap. Ia hanya tersenyum simpul ke arahnya.

“Aku keluar sebentar,” Jawabnya santai.

“Dengan pakaian seperti itu? Bisa-bisa kau diikuti paparazzi lho,”

“Aku hanya sebentar,” tambahnya tidak sabar. Ia harus bergegas jika tidak ingin melewatkan momen yang sudah menjadi rutinitasnya.

“Kalau manajer hyeong menanyakanmu bagaimana?” Ah, tidak salah kalau dia dijuluki evil maknae, laki-laki jangkung dengan mata berkantung efek bermain game larut malam itu sudah membuat laki-laki ini membuang lima menit berharganya.

“Bilang saja aku akan kembali secepatnya, okay?” tanpa menunggu jawaban, laki-laki ini segera keluar kamar dan turun 20 lantai kebawah. Di tengah-tengah perjalanan, lift terbuka dan masuk wanita setengah baya tetangga apartemen mereka. Mau tidak mau ia menyapanya.

Ahjumma, annyeong,” berkata begitu ia membungkukkan tubuhnya ke arah wanita itu.

“Ah, Ryeowook ssi, pagi sekali kau sudah berangkat,” balas wanita setengah baya yang memeluk sekantong besar pakaian bersih. Sepertinya beliau baru saja dari ruang laundry. laki-laki yang dipanggil Ryeowook ini tersenyum.

“Aku sedang ada keperluan,” jawab Ryeowook santun. Ah, dia memang selalu sopan pada siapa saja.

Ara, kau pasti sibuk syuting drama terbarumu belakangan ini,” kata wanita itu. Sampai di lantai lima beliau berpamitan. “Aku pergi dulu, Shin Ri meminta Caramel Macchiato dari Starbucks ketika aku turun tadi. Jaga kesehatanmu, jangan terlalu sibuk. Kalau ada apa-apa denganmu, ia pasti akan sedih.”

Ne, gomawo,” jawab Ryeowook sambil membungkuk lagi memberi hormat sembari menyunggingkan senyum terbaiknya sebelum pintu lift menutup. Dalam hati ia berjanji untuk minum tiga macam tablet suplemen yang diberikan ahli gizinya untuk menjaga daya tahan tubuh. Ia tidak ingin anak remaja ahjumma tadi menggedor-gedor pintu apartemen mereka lagi dan membuat gaduh seisi lantai setelah melihat dirinya terlihat pucat ketika pengambilan gambar. Sampai di lantai dasar, ia mengayunkan tungkainya menyusuri jalanan yang lengang.

As I whistle one, two, three
Today, again, I long for her
Sesekali ia bersiul-siul riang, membayangkan wajah cantik yang akan ditemuinya. Padahal baru kemarin laki-laki ini menemuinya, namun hari ini rasa rindunya kembali membuncah. Ryeowook bukannya tidak berani mengungkapkan perasaannya, hanya saja ia belum menemukan cara yang tepat. Berada didekatnya saja sudah membuat hatinya berseri, seperti bunga matahari. Karena ia mataharinya.

Langkah Ryeowook tiba-tiba terhenti. Inderanya menangkap lantunan melodi cinta yang digumamkan sosok mungil dengan langkah lebar didepannya. Ya, ini gadis yang ia tunggu-tunggu sedari tadi. Ternyata bukan Ryeowook saja yang kesiangan menjemput. Gadis itu juga, tapi memang tidak biasanya ia terlambat berangkat ke kampus. Mereka berjalan bersisian di trotoar, hanya berjarak beberapa jengkal. Diam-diam Ryeowook mencuri pandang ke arahnya, berharap hazel mata gadis itu berseri memandangnya balik. Ryeowook menelan ludah, pikirannya mengembara ke segala arah, melamunkan segala yang manis saat bersamanya.

Mereka tiba di halte, gadisnya melesakkan tubuh di bangku baja sambil menunggu bus. Jantung Ryeowook berdetak makin kencang. Ia memberanikan diri duduk di ujung lain bangku biru gelap dinaungi fiberglass warna senada. Ia membenamkan diri dibalik kerumunan orang yang juga memiliki tujuan sama sambil sesekali mencuri pandang tanpa seorangpun menyadari, bahkan gadis itu sendiri. Ia tidak punya keberanian yang cukup untuk mendatanginya duluan. Ryeowook selalu menunggu di tempat yang sama setiap hari, berharap gadis itu yang akan datang dan menyapanya.

In order for her to come toward me because of my scent
I sometimes stand in the moonlight, all night long
I stand here as always- so she can stop to greet me
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, bus yang ditunggu akhirnya tiba. Gadis itu beranjak dan berbaris di depan pintu ganda yang terbuka otomatis bersama beberapa orang lainnya. Ryeowook menunggu hingga busnya benar-benar jauh lalu berjalan kembali ke dorm. Hatinya sudah cukup berbunga-bunga melihat gadis yang ia bahkan tidak tahu namanya. Besok pagi ia akan kembali lagi kesini. Baru beberapa langkah berjalan, Ryeowook merasa ada yang menahan tangannya.
“Hai, Kim Ryeowook. Kenapa buru-buru? Kita belum berkenalan kan?”

I am her sunflower (bloomed because of her)
My heart is nervously excited

4 thoughts on “Sunflower (Songfiction)

    Grade 1 Acceleration 2 « House of Warriors said:
    July 1, 2012 at 11:08 AM

    […] Sunflower (Songfiction) […]

    HanieShin said:
    July 1, 2012 at 1:29 PM

    *Speechless* berkali2 aku baca fic ini dari awal untuk mempelajari setiap detil ceritanya, ahh, it’s cool.
    Fighting for me! Haha *ketawa miris sambil mandangi tugas*

      bossyblossom said:
      July 1, 2012 at 5:54 PM

      Ayo! Kamu bisa kok. fighting!

    […] : Sekuel Sunflower/Buttercup-The […]

Please leave your bow, Heroine.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s