Lesson 1 Grade 4 – Eomma, Aku Juga Ingin Bermain

Posted on Updated on

Author             : Benedikta Sekar Arum Setyorini (Sekar Arum)

Cast(s)                        :

–       Choi Min Ho (SHINEE/SM Entertainment)

–       Min Ho’s Eomma (OC/Bubble-The Heroine)

Lenght             : Drabble – 471 kata

Genre              : Psy-thriller

Rating              : NC 17

Status              : Prekuel Endless Qualm/Bubble-The Heroine

Disclaimer       : Saya tidak mengambil keuntungan apapun dari pembuatan fanfiksi ini; dalam bentuk uang atau honor materi. Choi Min Ho adalah milik dirinya sendiri, menejer dan SM Entertainment yang mendebutkannya. Cerita utama – Endless Qualm adalah milik Bubble, salah satu pengajar di The Heroine, termasuk tokoh OC yang ada di dalam cerita. Namun, Plot, alur dan latar dalam fanfiksi ini adalah murni milik saya sendiri.

 

 

Min Ho tahu ia tak seharusnya mengintip apa yang eomma-nya lakukan di gudang belakang; meski berkali-kali sudah diperingatkan untuk tidak melihat, tapi laki-laki berumur 18 tahun itu terlalu bebal untuk menurut.

Sekarang ia ada di sini, memandang eomma-nya memukuli seekor kelinci menggunakan palu dari balik celah pintu yang tidak terkunci. Ia tak memiliki gagasan sama sekali atas dasar apa eomma-nya melakukan hal itu. Tapi anehnya, Min Ho tak sedikit pun  merasa jijik melihat

Kedua iris tembaga Min Ho mengikuti dengan saksama setiap gerakan memukul yang dilakukan eomma-nya, darah kelinci yang berceceran dan bercipratan di mana-mana begitu menyita perhatiannya. Ia bisa melihat bagaimana wajah wanita terlihat sangat menikmati kegiatan mengerikan itu, dan entah mengapa, ia merasakan hal yang sama.

“Min Ho-ya,” Laki-laki bertubuh jangkung itu terperanjat kemudian mundur beberapa langkah ketika mendengar suara lembut milik eomma-nya. Sebutir keringat dingin menetes dari pelipisnya, jantungnya berdegup kencang. “Eomma tahu kamu ada di depan pintu.”

Krrrek…

Pintu kayu di depan Min Ho perlahan-lahan terbuka dan eomma-nya pun muncul  sembari mengangkat palu yang berlumuran darah di tangannya. Eomma Min Ho tersenyum lebar, ekspresi wajahnya tak menunjukan rasa marah sedikit pun; malah cenderung terlihat senang.

“Kamu ingin coba juga?” Eomma Min Ho menyodorkan palu berlumuran darah di tangannya ke arah Min Ho sembari melebarkan senyum.

Untuk sesaat Min Ho ragu, namun ia tak bisa menahan gelegak aneh di dalam dirinya. Hingga ia pun mengambil palu itu dan tiba-tiba saja merasa ingin berbuat sesuatu yang mengerikan dengan benda itu.

“Masuklah. Eomma punya banyak mainan.” Eomma Min Ho menyingkir sedikit, memberikan ruang  pada Min Ho. Dan setelah anak sulungnya itu masuk, ia pun menutup pintu.

Bau anyir darah yang bercampur dengan bau busuk bangkai langsung memenuhi rongga penciuman Min Ho, matanya mengitari gudang sebesar tiga meter persegi itu dengan pandangan ngeri; cahaya remang-remang menambah suasana kian mencekam. Namun, ketika Min Ho melihat eomma-nya mengganti kelinci yang baru saja dibunuh dengan kelinci yang baru, ia mulai merasa tidak sabar ingin mengayunkan palu ke arah makhluk mungil berbulu putih bersih itu.

“Ayo, pukul saja, eomma yakin kamu pasti senang.”

Min Ho melirik eomma-nya sekilas dan mendapati wanita itu tersenyum lebar, kemudian tanpa ragu ia menghantamkan palu di tangannya ke arah kelinci yang ada di atas meja. Ketika kelinci itu mencicit kesakitan, entah mengapa Min Ho semakin bersemangat menghantamkan palunya.

“Kau ingin bermain yang lain, Min Ho?”

Min Ho berhenti bergerak dan menoleh ke arah ibunya, ia pun tersenyum lantas mengangguk.

“Eomma sudah bosan dengan binatang-binatang ini…” Eomma Min Ho berjalan menuju jendela dan memandang ke luar, “Apa kamu ingin bermain dengan mainan itu?”

Min Ho pun ikut melihat ke luar jendela, ada appa dan dongsaeng perempuannya sedang bercengkrama di salah satu sudut halaman belakang ini. Melihat hal itu, Min Ho pun tersenyum lebar; sudah lama ia ingin melakukan sesuatu pada wajah mulus milik dongsaeng-nya itu.

“Ya, Eomma, aku juga ingin bermain…”

5 thoughts on “Lesson 1 Grade 4 – Eomma, Aku Juga Ingin Bermain

    pondokff said:
    July 1, 2012 at 7:39 PM

    lanjutannya mana Dicta ?🙂

      Benedikta Sekar said:
      July 21, 2012 at 8:21 PM

      Lanjutannya ff Kak Bubbles^^ Makasih sudah mau baca.^^

    Tam.P said:
    July 3, 2012 at 9:13 PM

    Endingnyaa.. ><
    Tp overall uda bagus kog :D(y)

    […] Already been published in: The Heroine […]

Please leave your bow, Heroine.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s