Copyright dan Plagiat

Posted on Updated on

Oleh :  Ambu Dian

COPYRIGHT


Untuk semua yang suka membaca dan atau menulis fanfiction, di dalam tulisan itu harus ada yang namanya DISCLAIMER. Isi Disclaimer itu, pertama, pengakuan bahwa karakter dan/atau setting waktu/tempat itu adalah kepunyaan si penulis asli (JK Rowling untuk Harry Potter, Masashi Kishimoto untuk Naruto, dll) atau studio pembuatan kalau itu film (Warner Bros, dll) dst, dan bahwa kita sebagai penulis fanfic hanya meminjamnya saja, tidak berniat untuk membuatnya menjadi kepunyaan kita pribadi. Selain itu, kedua, bahwa kita sebagai penulis fanfic tidak berhak untuk mendapatkan KEUNTUNGAN MATERI, bahwa kita hanya berniat untuk mendapatkan kepuasan pribadi.

Karena itulah, maka fanfic tidak boleh dimuat ke dalam media massa (majalah, koran, radio, televisi, dll) yang sifatnya umum. Komunitas fandom tertentu biasanya membuat media sendiri (majalah/Zine, radio/podcast, dll) dengan embel-embel: UNTUK KALANGAN SENDIRI.

Nah, kalau diikutkan dalam lomba dari penerbit umum?

Sudah pasti akan keluar ke masyarakat umum, bukan beredar di kalangan sendiri!

Sepertinya kalangan penerbit juga belum sadar, fanfic itu apa hakekatnya, dan bahwa mereka tidak boleh menerbitkan fanfic, tanpa ijin yang  punya copyright. Si penulis fanfic sendiri juga tidak boleh mendapat keuntungan materi (baik untuk pribadi maupun untuk charity). Makanya, dalam lomba/challenge yang diselenggarakan oleh mereka yang sudah sadar akan apa arti fanfic itu, biasanya hadiah untuk pemenang kebanyakan berupa karya juga. Ada karya fanfic lagi dari penulis yang dianggap master, atau fanart (lukisan, banner, fanvideo, dll)

Di luar negeri, hal seperti copyright ini kebanyakan diselenggarakan dengan hati-hati. Mudah sekali orang menuntut jika terjadi penyimpangan. Dengan demikian, jika terbit suatu fanfic akan suatu produk (buku, film, dsb) sudah pasti ijin sudah dimintakan. Atau justru si pemegang copyright itu sendiri yang menyeleksi penerbitan fanfic tertentu, tentu saja melihat kesinambungannya dengan produk.

Di kita? Banyak sekali penyimpangan, kadang dilakukan oleh mereka yang memang belum tahu, tapi kadang juga dilakukan oleh mereka yang sudah tahu! Kenapa? Karena pelaksanaan hukum di kita masih menyedihkan. Jangankan tahu ada pelanggaran Hak Kekayaan Intelektual, fanfic itu apa aja belum tentu tahu.

Dan terkadang, mereka yang sudah tahu ini masih saja melanggar, dengan alasan: ‘nggak akan ketahuan ini kok. Pelaksana hukum di Indonesia nggak ngeh akan hal ini, dan pelaksana hukum luar negeri kebanyakan tidak mengerti bahasa Indonesia.’

Bebaslah para pelanggar ini beraksi.

Semakin lengkaplah julukan negara kita negara pembajak!

Dan itu membawa kita ke tema kedua:

PLAGIATOR

Dalam sebuah thread di forum Infantrum:

Suatu karya disebut plagiarisme kalau mengkopi enam belas kata berturut-turut sama persis tanpa menyebutkan sumber. (menurut UNESCO—kalo ga salah) – Sanich Iyonni

Beberapa grup di FB beberapa hari terakhir kemarin meributkan tindakan plagiarism yang terjadi antar-fandom. Maksudnya, fanfic dari fandom X, dijiplak dan dipublish di fandom Y, dengan nama-nama karakter yang sudah disesuaikan tentunya. Beberapa di antaranya juga mengalami pengubahan judul, dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, atau sebaliknya.

Para penjiplak itu lupa bahwa para reader dan reviewer kita sekarang sudah tidak berdiam hanya di satu fandom saja. Melainkan beredar antar-fandom. Dengan demikian, plagiator jadi mudah ditemukan. Belum lagi kelalaian plagiator, yang tidak teliti dalam mengubah nama-nama karakter, sehingga masih tertinggal nama-nama karakter dari fandom aslinya.

Masih belum reda membicarakan plagiator di semesta fanfic, ternyata plagiat juga terjadi di original fic. Cerpen seorang penulis, diplagiat dan dimuat di majalah lokal yang cukup ternama.

Muncul sesuatu di benak. Apakah si plagiator itu tak terpikir bahwa di dunia yang sebegini luas ini akan ada orang yang mengenali karyanya sebagai karya plagiat? Oke, katakanlah redaksi dari majalah/koran/penerbit luput mengenali karyanya sebagai karya plagiat, akan tetapi ada berapa banyak orang yang sudah pernah membaca karya asli lalu membaca karya plagiat ini? Akan ada banyak!

Apakah si plagiator itu nggak sadar bahwa dia sedang merintis jalan menuju ke kehancuran karirnya sebagai penulis, baik fanfic maupun orific?

Untuk kedua topik ini, baik copyright maupun plagiat, keduanya jelas merupakan pelanggaran. Tapi kenapa masih banyak—mungkin bahkan makin banyak—yang melakukannya?

Ketidaktahuan? Masa’ sih?

Ketidakmautahuan?

Atau merasa jauh dari pindaian mata penegak hukum, sehingga bebas bergerak?

Narasumber: @octoryna, @OpalChalice, @cinnamoncherry

Please leave your bow, Heroine.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s