Aviophobia

Posted on Updated on

Title: Aviophobia
Author: Buttercup
Rating: T
Pairings: Zhou Mi-Super Junior / Park Sun Hee
Length: Drabble (296 words)
Genre: Romance
Disclaimer: I’m not in any way to claim Zhoumi as mine. I only own my imagination girl, Park Sun Hee.  I don’t take any profits of this.

Gwaenchana?” Jemari runcing dan panjang lelaki itu meremas bahunya pelan. Sun Hee mengangguk lemah. Matanya yang sedari tadi terpejam sesekali membuka dan pandangannya kontan terjun bebas ke bawah, memandang hijau lereng bukit. Tubuhnya sedikit bergetar.

“Sepertinya aku mulai terbiasa,” jawabnya lirih. Kelopaknya masih terpejam. Laki-laki itu mengusap pipinya pelan.

“Sebentar lagi kita akan sampai, Sun Hee ya,”

“Semoga saja,”

Suara bariton yang berbisik ditelinganya tertawa renyah. “Bukankah pemandangannya sangat indah dari atas sini?”

Terdengar desahan nafas berat. “Ne, indah sekali.” Gadis itu menggigit bibirnya.

Mereka berdua berada di dalam kereta gantung yang akan membawa mereka ke Namsan Tower di puncak bukit Namsan. Dari ketinggian sekitar 1.574 kaki mereka dapat melihat seluruh penjuru kota Seoul, namun entah mengapa Sun Hee masih belum merasa nyaman. Padahal Zhoumi beberapa kali berseru riang menyuarakan kekagumannya akan pemandangan alami yang disuguhkan dari balik bilik kaca. Mereka bisa saja menempuh jalur darat dengan naik bus, tapi laki-lakinya memaksa naik kereta gantung. Kereta gantung dan penderita aviophobia sepertinya tidak terdengar serasi sama sekali.

Sepuluh menit berlalu. Dibutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit untuk mencapai puncak. Masih dua puluh menit lagi. Sun Hee menautkan jemarinya dengan gelisah. Pandangannya mulai berkunang-kunang seiring peningkatan tekanan udara di sekitarnya. Itu dan rasa mual yang bergejolak di perutnya.

Oppa, masih lama kah?”

Laki-laki itu tersenyum, “Mau tips agar merasa nyaman di udara?”

Zhoumi meregangkan kedua tangan dan merengkuh tubuh mungil itu dalam dekapannya. Menyerap sedikit kegelisahan yang dipancarkan dari tubuhnya yang tidak berhenti bergetar ringan. Perlahan gadis itu menggerakkan tangan melingkari pinggang Zhoumi erat. Laki-laki itu balas membelai punggungnya lembut.

“Sun Hee ya, mungkin aku terlalu naif untuk melakukannya disini, tapi aku ingin ini menjadi sesuatu yang berkesan untukmu,” Zhoumi merenggangkan pelukannya, mengeluarkan kotak beludru kecil dari kantong celana, kemudian berlutut dihadapan Sun Hee. “Maukah kau menikah denganku?”

11-11-11

Please leave your bow, Heroine.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s