Latest Event Updates

Heroine Camp

Posted on Updated on

Halo, Heroination!

Selamat datang di Heroine Camp. Selama 6 hari ke depan kalian akan ditantang untuk membuat tulisan dalam waktu 12 jam dengan topik yang ditentukan setiap harinya. Berikut adalah peraturan singkat dari tantangan ini :

1. Tulisan berupa cerpen singkat (flash fiksi) dengan panjang ≤ 500 kata, atau tidak lebih dari satu lembar halaman A4.

2. Tulisan harus sesuai tema yang diberikan, genre bebas.

3. Tulisan dikirim melalui attachment (jangan ditulis pada body e-mail) ke alamat th3powerpuffgirls@rocketmail.com

4. Tulisan paling lambat diterima pada pukul 20.00 WIB (8 pm) setiap harinya.

5. Semua tulisan yang masuk akan mendapat review dari kami pada hari itu juga.

6. Semua tulisan yang masuk akan diseleksi dan diterbitkan secara independen melalui NulisBuku.

Ingin karyamu diterbitkan? Tunggu apa lagi. Segera nyalakan komputermu dan bergabunglah bersama kami!

Salam Heroine,

BS—BC—BB

Lesson 1 Acceleration 3

Posted on Updated on

Hai Warriors. selamat datang kembali di pertempuran minggu ini

Materi perang yang kami siapkan bisa kalian cek di email masing-masing. Kami menyiapkan beberapa KATA untuk kalian olah minggu ini.

MUNGKIN. PISAH. GENGGAM. JIWA. GETAR. SUNYI. MURAM. NANAR. SENDU. TULUS. TATAP. BISIK. SENTUH. GERIMIS. REDAM. TENANG.

Misi kalian adalah:

1.      Menentukan tema apa yang terbangkitkan dari kata-kata tersebut.

2.      Menulis drabble yang berlatar LONDON tahun 1876,  dengan menyebutkan sedikitnya lima kata dari kata di atas (diberi garis bawah pada drabble-nya), boleh diberi imbuhan atau tetap berupa kata dasar.

Pastikan kalian melakukan riset sebelum membuat cerita dengan latar di atas (tidak perlu dilampirkan di email)

Kirimkan tulisan kalian sesuai format standar yang telah kami tentukan ke th3powerpuffgirls@rocketmail.com, bisa juga berkonsultasi di twitter kami jika ada yang ingin ditanyakan. Kami tidak melayani pertanyaan via email, untuk memudahkan proses penilaian tulisan. DEADLINE tanggal  21 Juli 2012 pukul 23.59 WIB. Lewat dari waktu yang kami tentukan kalian dinyatakan tinggal kelas dan baru bisa mengikuti pelajaran lanjutan jika telah menyelesaikan remidi yang kami berikan.

Selamat berjuang dan lakukan yang terbaik dari kalian. Karena Warriors adalah pahlawan yang tidak takut mati demi membela kebenaran. Selama kalian menulis dengan cara yang benar, kalian tidak akan mati. Itulah mengapa kalian begitu istimewa dimata kami.

Salam Heroine,

Power Puff Girls

Grade 1 Lesson 6

Posted on Updated on

Hai Warriors. selamat datang kembali di pertempuran minggu ini

Materi perang yang kami siapkan bisa kalian cek di email masing-masing. Untuk misi minggu ini adalah kalian diminta untuk membuat sebuah drabble yang berlatar:  LONDON, tahun 1876.

 

Pastikan kalian melakukan riset terlebih dahulu berdasarkan latar tersebut.

Kirimkan tulisan kalian sesuai format standar yang telah kami tentukan ke th3powerpuffgirls@rocketmail.com, bisa juga berkonsultasi di twitter kami jika ada yang ingin ditanyakan. Kami tidak melayani pertanyaan via email, untuk memudahkan proses penilaian tulisan. DEADLINE tangga 21 Juli 2012 pukul 23.59 WIB. Lewat dari waktu yang kami tentukan kalian dinyatakan tinggal kelas dan baru bisa mengikuti pelajaran lanjutan jika telah menyelesaikan remidi yang kami berikan.

Selamat berjuang dan lakukan yang terbaik dari kalian. Karena Warriors adalah pahlawan yang tidak takut mati demi membela kebenaran. Selama kalian menulis dengan cara yang benar, kalian tidak akan mati. Itulah mengapa kalian begitu istimewa dimata kami.

 

Salam Heroine,

Power Puff Girls

Introduction

Posted on Updated on

DASAR-DASAR FANFIKSI

  1.      APAKAH FANFIKSI ITU?

 Fanfiksi atau Fanfic merupakan karya fiksi orisinal yang didasarkan pada tokoh-tokoh dan atau lokasi serta situasi yang diambil dari suatu karya asli (film, buku, video game, dll) yang mempunyai hak cipta. Meskipun fanfic berisikan tokoh, lokasi, serta situasi yang diambil dari karya asli, tetapi penulis fanfic tidak memiliki hak hukum, dalam hal ini hak cipta, atas tokoh, maupun lokasi/situasi tersebut.

Biasanya penggemar atau fans menulis fiksi tersebut untuk mewujudkan gagasannya tentang para tokoh dan atau situasi dari karya asli, yang tak diwujudkan oleh penulis aslinya.

Lebih jauh lagi, biasanya motivasi para penulis fanfic ini adalah untuk kepuasan batin belaka, sama sekali tidak ada motivasi komersil.

Read the rest of this entry »

Grade 1 Lesson 5 – In The Next Life

Posted on Updated on

Author             :           Benedikta Sekar Arum Setyorini (DictaVIP)

Cast (s)           :

–       Lee Seung Ri a.k.a Victory/Victor (Big Bang/YG Entertainment)

–       Kang Daesung (Big Bang/YG Entertainment)

–       Lee Seung Young (OC)

Length             :           Drabble – 486 kata

Genre              :           Romance, Angst, Pluff

Rating              :           G

Disclamer        :           Saya tidak mengambil keuntungan apa pun dalam pembuatan fanfiksi ini; dalam bentuk uang atau pun honor materi. Semua cast yang bukan OC bukanlah milik saya, melainkan dirinya sendiri, menejer dan agensi yang mendebutkan mereka. Sedangkan plot dan latar cerita ini adalah murni milik saya.

 

Hal pertama yang aku temukan saat tirai jendela kamarku tersingkap adalah langit yang membisikkan kemuramannya. Hujan membayang; sementara gerimis sudah turun sejak subuh. Kutempelkan kesepuluh jariku pada kosen jendela dan mendapati udara dingin di luar sana menembus pori-pori kulitku.

“Kumohon, jangan hujan…” bisikku pada udara, membentuk sepotong embun di kaca jendela.

Honey! Are you ready now?

Yeah, wait a minute!” seruku, menyahut suara bariton pria yang tengah menungguku di lantai dasar.

Setelah menyambar sebuket bunga anyelir di atas ranjang, aku pun buru-buru ke luar kamar dan menghampiri pria yang sudah siap dengan kemeja hitam dan celana panjang katunnya. Saat melihatku, pria itu tersenyum lebar dan membuka mulutnya untuk mengatakan sesuatu yang bisa kutebak apa itu…

Yes, I look beautiful. Thank you, Victor.

Semburat wajah tampan itu mendadak muram; tak suka kalau aku melakukan hal itu.

“Oh, Come on, nanti keburu hujan,” kataku buru-buru sembari menggenggam tangan pria berkantung mata gelap itu erat dan mengiringya menuju Porsche 997 yang sudah terparkir di depan rumah.

 

Sepanjang perjalanan aku dan Victor tak bicara, keheningan yang merengkuh kata entah mengapa membuat perasaanku tenang; membawaku mengarungi kenangan yang  tersimpan rapi di hatiku.

 

“Jiwa kita memang akan terpisah, Seung Young… tapi kau harus ingat, setiap jengkal langkah yang kau ambil untuk berbahagia tanpaku adalah kebahagiaan untukku juga.”

“Mungkin di kehidupan yang sekarang aku tak bisa membahagiakanmu, tapi aku yakin, yang berikutnya tak akan seperti ini.”

 

Aku tersenyum getir, sembari menggenggam buket anyelir di pangkuanku semakin erat; mengingat kalimat-kalimat yang diutarakan seorang pria sekarat untuk menghibur kekasihnya yang bersedih.

 

“Kita sudah sampai.”

Mesin mobil telah mati, aku pun keluar dari mobil saat Victor membuka pintu untukku. Aku dan pria itu melangkah beriringan di kompleks pemakaman tua yang terlihat terawat ini, hingga kami pun tiba di depan sebuah pusara dengan patung malaikat di kedua sisinya.

 

Beristirahat dalam damai

Kang Daesung

1989 – 20XX

 

Kupandang nanar tulisan yang terukir indah di tengah-tengah pusara itu; getaran itu masih saja terasa hangat tiap kali aku menyebut namanya. Entah melisankannya secara verbal atau pun hanya di dalam hati. Perlahan-lahan aku meletakkan buket anyelir di dalam pelukanku ke depan pusara itu lantas berlutut dan membuat tanda salib; mendoakan jiwa yang telah terpisah denganku itu setulus hati.

 

“Kau sudah selesai berdoa, Seung Young?”

Baru saja aku membuat tanda salib untuk menutup doa, suara Victor langsung menyeruak masuk ke rongga pendengaranku; aku mulai tidak suka dengan tingkahnya yang mengisyaratkan kecemburuan seperti itu.

“Berhentilah cemburu pada orang yang sudah meninggal, Victor,” sahutku lalu berdiri bersisian dengan pria itu.

“Aku tidak cemburu,” elak Victor, lantas melirikku sekilas sebelum kembali menatap pusara Daesung lekat-lekat, “Aku hanya ingin mengingatkan kalau aku tak akan menyerahkanmu pada siapa pun meski di kehidupan yang akan datang, bahkan kepada cinta pertamamu ini;  hanya aku yang dapat membahagiakanmu.”

Mendengar apa yang Victor katakan aku pun tergelak, menatap geli ke arahnya sembari menautkan jari manis kami yang disemati cincin platina; benda yang menjadi saksi bisu ketika Tuhan menyatukan tubuh kami menjadi satu.

Grade 1 Acceleration 2 – The Sketch

Posted on Updated on

Author         :  Hanie Shin

Cast            :  Kim Ryeowook

Lee Hyorim (OC)

Rating         : General

Length        : Drabble (439 words)

Genre         : Romance

Status         : Sekuel Sunflower/Buttercup-The Heroine

Disclaimer  : Cerita dan OC milik saya, Kim Ryewook  milik Tuhan dan SM Ent. Cerita utama – Sunflower adalah milik Buttercup, salah satu pengajar di The Heroine.

“Kau suka mensketsa?” Sebuah pertanyaan yang dilontarkan Kim Ryeowook berhasil membuat gadis di hadapannya itu mengangkat wajah, sedari tadi ia hanya menunduk, sibuk dengan sesuatu yang sedang digambarnya. Ryeowook mencondongkan tubuh, melintasi meja yang mengantarai mereka agar dapat melihat buku sketsa yang berada di pangkuan gadis itu.
“Itu… gaun?” Lanjut laki-laki itu mencoba menebak sebuah sketsa yang tertoreh di buku itu. Lee Hyorim tersenyum simpul lalu mengangkat buku itu ke atas meja dan menyorongkannya ke tengah.

“Menurutmu bagaimana, Ryeowook-sshi?” Gadis itu balas bertanya. Ia melipat tangannya di atas meja, menanti jawaban.

“Ah, benar. Ini sketsa sebuah gaun.” Ryeowook menegakkan buku sketsa berukuran 8,5”x14’’ seraya mengangguk-angguk. Jarinya perlahan menyingkap lembar kedua buku itu dan menemukan sketsa lain di sana. Muncul decakan kagum dari mulutnya memandangi desain gaun lain yang tampak manis dan detail. Jarinya semakin bersemangat bergerak untuk membuka lembar selanjutnya.

“Ini juga gaun? Aneh sekali gambarnya.” Ryeowook menunjuk sebuah gambar aneh yang ia temukan di salah satu halaman.

“Kali ini kau tidak bisa menebaknya?” pancing gadis itu, Ryeowook menggeleng pasrah. “Eung… itu gaun pengantin. Keponakanku yang berumur empat tahun menggambarnya,” lanjut gadis itu sambil tersenyum memandangi sebuah gambar yang membentuk sepotong gaun agak abstrak hasil karya balita. Ryeowook tertawa pelan kemudian meneruskan keasyikannya membuka buku itu hingga lembaran terakhir. Ia mengangkat wajahnya kembali menatap intens pada gadis itu.

“Hyorim-sshi, apa kau mahasiswi jurusan desain?” tanyanya dengan ekspresi takjub yang disambut dengan kekehan kecil gadis itu.

“Bukan, aku mahasiswi seni musik. Aku hanya menggambar saat sedang suntuk saja,” jelasnya.

“Benarkah?” Ryeowook kembali menemukan satu hal yang membuat Hyorim semakin istimewa di matanya. Setelah perkenalan pertama mereka di halte seminggu yang lalu, ia bersyukur akhirnya bisa mengenal gadis itu lebih dekat. Seperti hari ini, mereka kembali bertemu untuk makan siang di sebuah cafe.
“Kau tertarik dengan sketsa-sketsaku?” Hyorim bertanya lagi lantas menadahkan telapak kanannya sambil tersenyum jahil, “Kau harus memberiku royalti jika kau berniat untuk menjadikannya gaun sungguhan, Ryeowook-sshi.” Ryeowook melongo dan ekspresinya terlihat lucu di mata Hyorim, tawa gadis itu meledak. “Aku hanya bercanda, mana mungkin sketsa buruk seperti itu ada yang mau meliriknya,” ucapnya.
“Aku memang berniat melakukannya,” ujar Ryeowook pelan namun berhasil membuat Hyorim terbengong seketika. Dibukanya kembali setiap lembar buku sketsa itu dan berhenti pada sebuah halaman lantas menyodorkannya ke hadapan Hyorim.

“Gaun ini,” ia menunjuk sketsa Gaun berupa kemben dengan bawahan mengembang yang nampak cantik. “Aku ingin menjadikannya gaun sungguhan,” lanjutnya kemudian, sebuah senyum manis hadir di wajahnya. “Ehm… Gaun itu nantinya akan kau pakai untuk menjadi pasanganku di acara penerimaan penghargaan di MBC dua minggu lagi.” Hyorim makin terbengong, kelopak mata tunggal miliknya mengerjap beberapa kali tak percaya dengan kalimat yang dilontarkan Ryeowook.
“Hei, Nona Lee Hyorim, kau bersedia ‘kan?”

Grade 1 Lesson 3 – Karena Itu Kamu

Posted on Updated on

Author             : Benedikta Sekar Arum Setyorini (DictaVIP)

Cast(s)                        :

–       Benedikta Sekar (Tokoh 3/The Heroine)

–       Aoi Yamaguchi (Tokoh 1/The Heroine)

–       Sora Yamamoto (Tokoh 2/The Heroine)

 

Lenght             : Drabble – 440

Genre              : Romance, Fluff

Rating              : G

Disclaimer       : Saya tidak mengambil keuntungan apa pun dalam pembuatan (fan)fiksi ini; dalam bentuk uang atau pun honor materi. Semua tokoh adalah milik dirinya sendiri. Saya hanya memberi mereka nama dan penokohan sesuai imajinasi saya, sama halnya plot dan latar (fan)fiksi ini

 

Aku memandang geli pada lembar demi lembar kertas-kertas foto di tanganku, ada sedikit rasa malu di hatiku saat menyadari kalau objek utama di dalam semua foto itu adalah aku – foto itu diambil tanpa kusadari, dan benar-benar terkejut karena aku tampak cantik di sana.

“Aku datang hanya untuk menyerahkan ini padamu.”

“Apa ini?”

“Foto.”

“Foto? Aku tidak ingat kalau aku pernah meminta foto padamu.”

“…”

“Hey, Sora, kenapa kau tersenyum aneh seperti itu?”

“Tidak… Aku hanya ingin bilang kalau foto ini milikmu, Dicta-san, karena kaulah objeknya. Errr… maaf karena mengambil fotomu sembarangan. Aku hanya ingin mengabadikan waktu yang menurutku terlalu indah untuk dilewatkan.”

 

Senyumku langsung berubah menjadi kekehan tatkala mengingat kejadian yang baru saja terjadi beberapa waktu yang lalu; aku tak pernah menyangka kalau aku akan mengalami kejadian seperti di dalam novel roman picisan.

“Hey! Kau ingin makan gaji buta, ya!?”

Aku tersentak lantas menoleh ke arah samping, mendapati raut jengkel dari seorang remaja laki-laki berumur 18 tahun yang sedari tadi berkutat dengan buku pelajarannya.

“Aku tidak makan gaji buta,” aku buru-buru membantah, “Kau kan sedang sibuk mengerjakan soal yang aku berikan. Jadi aku punya waktu untuk mengerjakan urusanku sendiri.”

Remaja laki-laki bernama Aoi itu menggeram kesal sembari menggeser buku dengan kasar ke hadapanku. “Aku sudah selesai!”

Kulempar senyum puas ke arah Aoi, lalu memeriksa jawabannya. “Nomor tiga dan lima salah, seharusnya kau menggunakan rumus yang ini. Kerjakan ulang!” Aku menarik buku kumpulan rumus di hadapanku dan menunjuk persamaan matematika yang kumaksud; Aoi hanya mengangguk enggan dan mengambil bukunya kembali.

“Hey, apa kau benar-benar menyukai fotografer itu?”

Aku menoleh ke arah Aoi dan mendapati laki-laki berambut acak-acakan itu juga menatapku.

“Maksudmu Sora?” Aoi diam saja dan aku hanya tersenyum. ”Dia pria yang baik, juga perhatian; aku pun baru tahu ia juga cukup romantis. Jadi… yeah, I like him.

Aoi tak menanggapi ucapanku, ia sibuk dengan pikirannya sendiri hingga tiba-tiba saja laki-laki itu menggenggam jemari tanganku erat dan membuat jantungku berdetak dua kali lebih cepat .

“Jika aku menjadi orang baik dan juga perhatian, lalu melakukan hal-hal romantis padamu, apa kau akan menyukaiku juga?”

Aku terperanjat, mendapati kesungguhan di mata laki-laki itu. Aoi mengeratkan genggamannya, mengisyaratkan kalau ia mengharapkan jawaban dariku sekarang.

“Kurasa tidak…” jawabku akhirnya, dan saat laki-laki itu ingin melepaskan genggaman tangannya aku pun buru-buru menambahkan, “…aku akan menyukaimu karena itu dirimu, bukan karena kau berubah menjadi orang lain atau semacamnya.” Kulebarkan senyumku dan memandang Aoi lekat, “Lagipula, kau cukup baik padaku, meskipun kau cuek aku juga tahu kau perhatian dan soal romantis… hahaha, bukankah menggenggam tanganku seperti ini juga romantis, Bocah?”

Aoi terkesiap, kedua mata sipitnya melebar dan dalam sekejap aku pun jatuh dalam pelukannya.

Grade 1 Lesson 5

Posted on Updated on

Hai Warriors. selamat datang kembali di pertempuran minggu ini

Materi perang yang kami siapkan bisa kalian cek di email masing-masing. Kami menyiapkan beberapa KATA untuk kalian olah minggu ini.

MUNGKIN. JENGKAL. JIWA. PISAH. GETAR. ISYARAT. MURAM. NANAR. HENING. TULUS. GENGGAM. BISIK. RENGKUH. GERIMIS. SEMBURAT. TENANG.

Misi kalian adalah:

  1. Menentukan tema apa yang terbangkitkan dari kata-kata tersebut.
  2. Menulis drabble dengan menyebutkan sedikitnya lima kata dari kata di atas (diberi garis bawah pada drabble-nya), boleh diberi imbuhan atau tetap berupa kata dasar.

Kirimkan tulisan kalian sesuai format standar yang telah kami tentukan ke th3powerpuffgirls@rocketmail.com, bisa juga berkonsultasi di twitter kami jika ada yang ingin ditanyakan. Kami tidak melayani pertanyaan via email, untuk memudahkan proses penilaian tulisan. DEADLINE tanggal7 Juli 2012 pukul 23.59 WIB. Lewat dari waktu yang kami tentukan kalian dinyatakan tinggal kelas dan baru bisa mengikuti pelajaran lanjutan jika telah menyelesaikan remidi yang kami berikan.

Selamat berjuang dan lakukan yang terbaik dari kalian. Karena Warriors adalah pahlawan yang tidak takut mati demi membela kebenaran. Selama kalian menulis dengan cara yang benar, kalian tidak akan mati. Itulah mengapa kalian begitu istimewa dimata kami.

Salam Heroine,

Power Puff Girls